Komite Palang Merah Internasional Kamis kemarin mengatakan bahwa jumlah kasus kolera di Yaman mencapai satu juta. Lebih dari 80 persen penduduk Yaman saat ini mengalami kekurangan makanan, bahan bakar, air bersih dan perawatan kesehatan.

Komite Palang Merah Internasional juga menegaskan bahwa Yaman menjadi Negara paling menderita krisis kemanusiaan terburuk karena perang.

Organisasi Kesehatan Dunia telah mencatat lebih dari 2.000 kematian sejak wabah epidemi kolera menyebar di Yaman pada bulan April 2017. Sepertiga dari penderita merupakan anak-anak.

Pada 3 Desember 2017 lalu, organisasi bantuan mengatakan Oktober 2017 lalu bahwa jumlah kasus kolera telah menurun setelah kampanye medis intensif. Namun sebulan kemudian, lembaga itu melaporkan penyakit kolera kembali menyebar setelah koalisi menutup seluruh akses ke Yaman.

Yaman terjerembab dalam krisis parah setelah pemberontakan yang dilakukan gerakan Syiah Hutsi. Namun kondisi itu tidak semakin baik menyusul masuknya koalisi Arab pimpinan Saudi ke Negara itu. Negara-negara Arab masuk ke Yaman untuk mendapat kepentingan pribadi.

(kiblat.net)