Menyoal tingginya angka perceraian di Indonesia yang menurut data dari Kemenag sebanyak 17% dari jumlah penduduk Indonesia, Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia, Doktor Amirsyah Tambunan, mengatakan bahwa perlu adanya persiapan yang matang dan pemerintah perlu membimbing bagi para calon yang ingin menikah.

Angka perceraian tersebut, merupakan validasi resmi dari Pengadilan Agama. Jika dijumlahkan dengan perceraian yang tidak resmi, angkanya bisa mencapai 50%.

Kemenag, BKKBN, dan MUI itu sendiri, lanjut Amirsyah, harus mempunyai  model pernikahan. Karena tiga lembaga tersebut yang sangat berpengaruh dalam pembentukkan keluarga Indonesia.

Sementara itu terkait pernyaatan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin yang ingin menggagas kembali seminar persiapan pernikahan, Wasekjen MUI mengaku sepakat dengan hal tersebut.

(Islampos.com)