Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Amirsyah Tambunan meminta ada sanksi tegas kepada oknum yang menggelapkan uang infaq Masjid Raya Sumatra Barat. Sanksi tegas ini kata dia agar ada efek jera bagi pelaku. Hal ini sebagaimana diungkapkan Amirsyah di kantor MUI, Jumat kemarin.

Menurut Amirsyah, dana infaq masjid seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan umat Islam. Dia mengambil contoh Masjid Jogokariyan di Yogyakarta yang memiliki kemampuan mengelola dana masjid untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Diketahui, Kepala Inspektorat Provinsi Sumatera Barat, Mardi mengatakan sedang menangani adanya oknum Aparatur Sipil Negara di Provinsi Sumbar yang melakukan penggelapan uang milik Masjid Raya Sumatera Barat, uang APBD Provinsi dan uang pajak.

Mardi menyebut total oknum ASN berinisial YRN ini menggelapkan uang milik negara dan milik umat sejumlah 1 koma 5 miliar rupiah. Dengan rincian hampir 900 juta milik Masjid Raya Sumatera Barat. Dari pengakuan yang bersangkutan uang ini dipakai untuk kepentingan pribadi dan keluarga.

Mardi menjelaskan perbuatan melanggar hukum yang bersangkutan mulai terungkap sejak Maret 2019 lalu. Saat itu, Kepala Biro Bintal dan Kesra mencurigai adanya keanehan dari jumlah saldo rekening milik Masjid Raya Sumatera Barat. Saldo yang berasal dari uang infak dan sedekah jamaah tersebut ketika itu hanya tersisa 5 juta di dalam rekening. Jumlah yang tidak lazim karena pengurus masjid menyebutkan kepada Biro Bintal dan Kesra bahwa sebenarnya uang milik Masjid Raya Sumbar dari infak dan sedekah jamaah harusnya berjumlah lebih dari ratusan juta.

 khazanah.republika/admin