Juru Bicara Program Pangan Dunia atau WFP mengatakan, milisi Hutsi di Yaman melarang pengiriman bantuan makanan pada Selasa waktu setempat. Milisi Hutsi yang didukung Iran memblokir pengiriman makanan untuk sekitar 100 ribu keluarga yang dilanda perang sehingga mendorong rakyatnya di ambang kelaparan.

Pejabat yang meminta anonim tersebut mengatakan, bantuan diblokir usai WFP menangguhkan sebagian bantuan pekan lalu di Sanaa, sebab menuduh para Hutsi menjarah. Dilansir Al Arabiya, Hutsi pun merespons pernyataan WFP melalui pernyataan media. Hutsi menuduh WFP mengirim makanan busuk.

Pejabat WFP itu mengatakan, bahwa Hutsi memerintahkan lebih dari 8 ribu ton tepung yang dikirim WFP untuk keluar dari pelabuhan Laut Merah Hudaidah karena mengklaim terkontaminasi serangga mati.

Namun, pemeriksaan selanjutnya pada kargo telah merapat di dekat wilayah Oman. Pemeriksaan tersebut menujukkan bahwa bantuan berupa makanan itu bersih.

WFP mengatakan bahwa terlalu banyak orang Yaman menderita begitu lama selama konflik yang sedang berlangsung ini. Pihaknya akan terus mencari kerja sama dari otoritas yang berbasis di Sanaa dan tetap optimis bahwa jalan ke depan dapat ditemukan.

WFP juga mengaku siap untuk segera melanjutkan distribusi makanan setelah mencapai kesepakatan tentang latihan identifikasi penerima manfaat independen dan peluncuran sistem pendaftaran biometrik.

(republika/admin)