Satu keluarga Palestina terkejut ketika menerima pemberitahuan bahwa mereka bakal menerima tagihan untuk biaya pembongkaran yang nilainya selangit. Sebelumnya pemerintah Israel telah merobohkan rumah berlantai dua milik warga Palestina, Houshieh yang berada di kamp pengungsi Shufat, Yerusalem Barat itu.

Pemerintah Israel meminta keluarga Houshieh membayar sekitar 40 ribu dolar Amerika sampai 55 ribu dolar Amerika sebagai biaya pembongkaran rumah yang dilakukan Israel. Keluraga Houshieh pun menilai jumlah tersebut tak masuk akal.

Warga Palestina bersikeras bahwa mereka diperlakukan tidak adil oleh pemerintah kota Israel, yang berupaya meningkatkan pemukim Yahudi di kota yang diduduki, dengan membangun ribuan unit rumah untuk mereka.

Lembaga Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania yang berbasis di Eropa mendokumentasikan dalam laporan barunya tentang pelanggaran Israel terhadap penduduk Palestina di Yerusalem Timur yang diduduki. Euro- Mediterania menyebut Israel secara teratur telah melanggar hak asasi manusia.