Parlemen Yordania telah meloloskan rancangan undang-undang untuk melarang impor gas dari Israel ahad kemarin. Rancangan Undang-Undang tersebut disahkan dengan suara bulat oleh 130 anggota parlemen.

Yordania diketahui telah menjalin kesepakatan senilai 10 miliar dolar Amerika dengan konsorsium Israel-Amerika Serikat yang dipimpin perusahaan Noble Energy berbasis di Texas. Perusahaan tersebut akan menyediakan dan memasok gas ke perusahaan pembangkit listrik Yordania.  Israel telah memasok kebutuhan gas Yordania selama 15 tahun. Namun, hal itu kerap mendapat penentangan dari warga di Jordania.

Cukup banyak warga keturunan Palestina yang kini tinggal di Yordania. Saat Israel berdiri pada 1948, Yordania menjadi salah satu tujuan rakyat Palestina yang terusir dari tanahnya. Hingga kini mereka tetap memandang Israel sebagai musuh.

Warga Yordania keturunan Palestina selalu memprotes impor gas dari Israel. Mereka bahkan menyerukan agar perjanjian damai antara kedua negara dibatalkan. Pada November tahun lalu Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan hubungan antara negaranya dan Israel sedang berada pada titik terendah sepanjang masa. Yordania, kata dia, tidak sepenuhnya menuai keuntungan perdamaian yang diharapkan akan menyertai ikatan diplomatik pada 25 tahun lalu.

internasional.republika/admin