Perdana Menteri Yordania, Omar Razzaz mengatakan negaranya tidak akan menerima kesepakatan perdamaian apa pun yang mengabaikan hak rakyat Palestina. Hal itu dia sampaikan saat menjalin percakapan dengan Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh.

Razzaz pun menegaskan menolak solusi ekonomi sebagai alternatif dari solusi politik. Hal itu merujuk pada konferensi ekonomi yang dihelat Amerika Serikat di Manama, Bahrain, pada akhir Juni lalu.

Tujuan utama konferensi itu adalah menarik para pebisnis untuk berinvestasi di wilayah Palestina. Washington menargetkan menghimpun dana sebesar 50 miliar dolar. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membiayai sekitar 170 proyek infrastruktur, salah satunya membangun jalur transportasi yang menghubungkan Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Namun Palestina memboikot konferensi ekonomi tersebut. Ia menolak menerima rencana perdamaian dalam bentuk apa pun yang tidak mengakomodasi tuntutan politiknya. (republika/admin).

Marhaban Romadhon SImpatiFM