Pakar perbandingan agama, Zakir Abdul Karim Naik menggugat Badan Investigasi Nasional India atau NIA. Dalam pembelaannya kepada Interpol, Naik menyatakan bahwa kasusnya tersebut merupakan kezaliman pemerintah India terhadap penganut agama minoritas.

Kepada International Police, Zakir Naik menyatakan bahwa dalam 25 tahun terakhir pidato yang disampaikannya berbicara seputar Islam. Di mana semua orang yang menyaksikan ceramah itu sangat menghormati dan memberi sambutan positif kepada dirinya.

Naik juga menambahkan bahwa badan pemerintahan India secara tidak adil terus membidiknya karena dia seorang Muslim. Ia bahkan menegaskan bahwa semua pidato yang disampaikannya selama ini berbicara seputar perdamaian dan tidak menyinggung teror maupun jihad.

Sementara itu, NIA dan agen-agen India justru menghalang-halangi Zakir Naik, mencegahnya untuk menyampaikan pidato tentang Islam dan telah melanggar kebebasan berekspresi.

(eramuslim.com)